Friday, October 30, 2026

Khotbah Jum’at: Menerima Seruan Nabi Supaya Selamat

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي. اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ {آل عمران: ١٠٢}. وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍۢ وَٰحِدَةٍۢ، وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًۭا كَثِيرًۭا وَنِسَآءًۭ ۚ  وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًۭا {النساء: ١}. وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًۭا سَدِيدًۭا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَـٰلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا {الأحزاب: ٧٠ – ٧١}. وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ رَحِمَكُمُ اللَّهُ،

Syukur alhamdulillah selalu kita haturkan kepada Allah SWT yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji hamba-Nya, siapa amalnya yang terbaik. Selawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW yang telah membawa ajaran Agama Islam untuk dipedomani dan diamalkan umatnya. Mengamalkan ajaran-ajaran agama merupakan bagian amanat sila pertama Pancasila, dan Undang Undang Dasar 1945 Pasal 29 ayat 2. Selanjutnya dari mimbar ini saya serukan kepada diri saya sendiri dan umumnya kepada jemaah salat Jum’at agar senantiasa menjaga, mempertahankan, dan terus berusaha meningkatkan iman dan takwa. Pada kesempatan kali ini, nasihat ditujukan kepada diri saya sendiri dan apabila ada manfaatnya dihaturkan kepada jemaah semuanya.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah.

Hidup di dunia ini tidak selamanya. Kita hidup di dunia ada jatah waktunya. Kalaupun kita diberi umur sampai 200 tahun, kondisi kita sudah tidak bisa apa-apa. Apalagi sekarang, faktor makanan dan kebiasaan justru malah memperpendek kualitas hidup kita di dunia. Usia boleh muda, tapi sudah sakit-sakitan. Melalui kesadaran itu, kabar dari Allah dan Rasulullah adalah sesuatu yang nyata bahwa kita kelak akan menemui ajal. Kesadaran tersebut juga mestinya mendorong kita untuk mencari tahu dan berupaya memperoleh nikmat langgeng, nikmat yang bisa dirasakan selamanya.

Melalui pengetahuan agama yang berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunah, kita tahu bahwa dengan menyambut seruan Nabi adalah jalan keselamatan. Menerima seuran berarti meyakini sepenuh hati dan mengerjakan apa yang telah diperintahkan secara maksimal. Hal ini seperti kisah di mana Allah hadapkan Nabi pada segerombolan jin yang mendengarkan bacaan Al-Qur’an. Segerombolan jin tersebut datang kepada Nabi untuk mendengarkan Al-Qur’an. Namun di antara mereka ada yang membuat gaduh, sehingga di antara mereka diingatkan oleh lainnya untuk diam dan mendengarkan Al-Qur’an. Ketika sudah selesai mendengarkan Al-Qur’an, segerombolan jin kembali kepada kaumnya untuk memberi peringatan.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah.

Ketika sudah kembali ke kaumnya, segerombolan jin memberi peringatan pada kaumnya. Mereka mengabarkan bahwa telah mendengar Al-Qur’an dari Nabi. Setelah memberi kabar, segerombolan jin memerintahkan kaumnya untuk menerima seruan Nabi. Perintah menerima seruan Nabi ini langsung ditegaskan Allah dalam surat Al Ahqaf ayat 31. Allah berfirman,

﴿ يَـٰقَوْمَنَآ أَجِيبُوا۟ دَاعِىَ ٱللَّهِ وَءَامِنُوا۟ بِهِۦ يَغْفِرْ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍۢ ﴾ ( الاحقاف: ٣١ )

Terjemahan Kemenag 2019: Wahai kaum kami, penuhilah (seruan Nabi Muhammad) yang mengajak pada (agama) Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Dia akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menyelamatkanmu dari azab yang pedih. (QS. Al-Ahqaf/46: 31)

Tafsir Lengkap Kementerian Agama Republik Indonesia menerangkan dalam ayat ini bahwa jin-jin itu menyeru kaumnya, “Wahai kaumku, perkenankanlah dan terimalah seruan Muhammad SAW sebagai rasul Allah yang telah menyeru manusia untuk mengikuti agama Allah, beriman kepada-Nya agar Allah mengampuni dosa-dosa mereka dan melindungi mereka dari azab yang tidak seorang pun dapat melepaskan diri dari azab itu, kecuali dengan seizin-Nya.” Hal tersebut kemudian diterangkan di ayat selanjutnya. Allah berfirman,

﴿ وَمَن لَّا يُجِبْ دَاعِىَ ٱللَّهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍۢ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَيْسَ لَهُۥ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءُ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ فِى ضَلَـٰلٍۢ مُّبِينٍ ﴾ ( الاحقاف: ٣٢ )

Terjemahan Kemenag 2019: Siapa yang tidak memenuhi (seruan Nabi Muhammad) yang mengajak pada (agama) Allah tidak kuasa (melepaskan diri dari siksa Allah) di bumi dan tidak ada para pelindung baginya selain Allah. Mereka itu berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al-Ahqaf/46:32)

Tafsir Lengkap Kementerian Agama Republik Indonesia menerangkan dalam ayat tersebut bahwa jika ada di antara jin yang menolak seruan Muhammad sebagai rasul Allah, yaitu tidak melaksanakan perintah Allah dan menjauhkan diri dari larangan-Nya, maka ia tidak dapat menghindarkan diri dari azab-Nya. Ia tidak mendapat seorang penolong pun untuk melepaskan dirinya dari azab Allah, kecuali jika Allah sendiri menghendakinya. Diterangkan pula bahwa jin-jin yang tidak mengikuti seruan Nabi berada dalam kesesatan dan menyimpang dari jalan yang benar.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah.

Terdapat pelajaran bagi kita umat Islam supaya menerima seruan Nabi Muhammad SAW. Jalan keselamatan ada pada seruan Nabi Muhammad SAW. Jin saja diam ketika mendengarkan Al-Qur’an. Namun di jaman sekarang ketika Al-Qur’an diperdengarkan, ada manusia yang sibuk membuat gaduh supaya ayat Al-Qur’an tidak dipahami. Ketika diperdengarkan Al-Qur’an tidak betah karena tidak sesuai hawa nafsunya. Orang-orang yang berpaling ketika dibacakan Al-Qur’an, berarti mereka tidak mau menerima seruan Nabi. Hal itu karena Nabi membawa Al-Qur’an untuk disampaikan kepada umat manusia. Konsekuensi orang yang tidak menerima seruan Nabi adalah mereka tidak bisa melepaskan diri dari azab Allah.

Bagaimana mau melepaskan diri dari azab Allah, sekarang diberi cuaca panas yang panjang mereka mengeluh, diberikan asap kebakaran hutan saja mereka sudah bingung. Maknanya, manusia yang bergelimang dosa tidak akan bisa lepas dari azab Allah baik di dunia maupun di akhirat. Pada akhirnya, tidak ada jalan keselamatan kecuali menerima seruan Nabi Muhammad SAW.

Semoga nasihat ini bisa menjadi pengingat bagi diri saya dan umumnya bermanfaat bagi jemaah semuanya. Mohon maaf apabila terdapat tutur kata yang kurang berkenan.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. وَٱلْعَصْرِ. إِنَّ ٱلْإِنسَـٰنَ لَفِى خُسْرٍ. إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

***

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الَّذِي لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا {الأحزاب: ٥٦}. وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

  • اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
  • اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.
  • رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ، وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا، رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ.
  • رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ، وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.
  • رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
  • سُبْحَانَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
  • وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

Penyampai: Revolusi Prajaningrat Saktiyudha, S.Si., M.Pd., S.Pd., Gr.


 

 

No comments:

Post a Comment