السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي. اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ {آل عمران: ١٠٢}. وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍۢ وَٰحِدَةٍۢ، وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًۭا كَثِيرًۭا وَنِسَآءًۭ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًۭا {النساء: ١}. وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًۭا سَدِيدًۭا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَـٰلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا {الأحزاب: ٧٠ – ٧١}. وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ رَحِمَكُمُ اللَّهُ،
Syukur alhamdulillah selalu kita haturkan kepada Allah SWT yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji hamba-Nya, siapa amalnya yang terbaik. Selawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW yang telah membawa ajaran Agama Islam untuk dipedomani dan diamalkan umatnya. Mengamalkan ajaran-ajaran agama merupakan bagian amanat sila pertama Pancasila, dan Undang Undang Dasar 1945 Pasal 29 ayat 2. Selanjutnya dari mimbar ini saya serukan kepada diri saya sendiri dan umumnya kepada jemaah salat Jum’at agar senantiasa menjaga, mempertahankan, dan terus berusaha meningkatkan iman dan takwa. Pada kesempatan kali ini, nasihat ditujukan kepada diri saya sendiri dan apabila ada manfaatnya dihaturkan kepada jemaah semuanya.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah.
Bersama kesulitan akan ada kemudahan. Kita mesti yakin akan hal itu karena Allah sudah memberikan ketetapan. Hendaknya kita yakin dan tidak boleh ragu. Allah berfirman,
﴿ فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًاۙ ﴾ ( الشرح: ٥ )
Terjemahan Kemenag 2019: Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. (QS. Asy-Syarh/94:5)
Hikmah dalam ayat tersebut adalah al-‘usr (الْعُسْر) bentuknya adalah ma’rifah (bersifat tertentu atau khusus). Oleh karenanya, al-‘usr bisa dimaknai satu kesulitan. Sedangkan yusr (يُسْر) bentuknya adalah nakirah (bersifat umum atau banyak). Oleh karenanya, yusr bisa dimaknai banyak kemudahan. Pelajarannya adalah satu kesulitan tidak mampu mengalahkan dua kemudahan. Bersama satu kesulitan, Allah bentangkan banyak kemudahan. Hal ini mesti kita yakini betul. Diriwayatkan dalam suatu hadis,
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ أَنَّهُ كَتَبَ: أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّهُ مَهْمَا يَنْزِلْ بِعَبْدٍ مُؤْمِنٍ مِنْ مُنْزَلِ شِدَّةٍ يَجْعَلِ اللَّهُ بَعْدَهُ فَرَجًا وَإِنَّهُ لَنْ يَغْلِبَ عُسْرٌ يُسْرَيْنِ. موطأ مالك ٨٥٤
Artinya: Dari Umar bin Khaththab, bahwasanya ia menulis (surat): 'Amma ba'du. Sesungguhnya apa pun kesulitan yang menimpa seorang mukmin, niscaya Allah akan menjadikan sesudahnya jalan keluar. Dan sesungguhnya satu kesulitan tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan.'" (HR. Malik dalam Muwatha', no. 854)
Keterangan: Hadis tersebut munqati' (terputus sanadnya secara langsung dari Zaid bin Aslam kepada Umar bin Khaththab, karena mereka tidak pernah berjumpa)
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah.
Apapun kesulitan hidup di dunia ini, kita semua mesti tetap berpegang teguh pada petunjuk Allah. Bagian terpenting agar kemudahan-kemudahan itu hadir dalam hidup kita adalah dengan menyerahkan urusan secara total kepada Allah, berserah diri secara utuh sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an. Oleh karenanya, ketika masuk Islam itu hendaknya masuk secara menyeluruh. Al-Qur’an turun sebagai solusi atas berbagai masalah hidup manusia di bumi. Orang yang berpaling dari Al-Qur’an adalah orang rugi. Allah berfirman,
﴿ فَإِنْ حَآجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِىَ لِلَّهِ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِ ۗ وَقُل لِّلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْأُمِّيِّـۧنَ ءَأَسْلَمْتُمْ ۚ فَإِنْ أَسْلَمُوا۟ فَقَدِ ٱهْتَدَوا۟ ۖ وَّإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ ٱلْبَلَـٰغُ ۗ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِٱلْعِبَادِࣖ ﴾ ( اٰل عمران: ٢٠ )
Terjemahan Kemenag 2019: Jika mereka mendebat engkau (Nabi Muhammad) katakanlah, “Aku berserah diri kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.” Katakanlah kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah diberi Kitab (Taurat dan Injil) dan kepada orang-orang yang umi,87) “Sudahkah kamu masuk Islam?” Jika mereka telah masuk Islam, sungguh mereka telah mendapat petunjuk. Akan tetapi, jika mereka berpaling, sesungguhnya kewajibanmu hanyalah menyampaikan. Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya. (QS. Ali 'Imran/3:20)
Catatan: 87) Kata umi yang dimaksud dalam ayat ini adalah orang yang tidak mendapat kitab suci.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah.
Pelajaran bagi kita supaya menerima seruan Nabi untuk mengikuti Al-Qur’an. Nabi bertanya pada pada ahli kitab, sudahkah masuk Islam? Ketahuilah kitab Taurat, Injil, Zabur sudah mansukh (tidak berlaku). Kalau mau dapat kemudahan, hendaknya mengerti isi dalam Al-Qur’an. Orang yang mengamalkan Islam sesuai petunjuk Al-Qur’an dan As-Sunah adalah mereka yang memperoleh petunjuk. Kita itu mesti merenung, kita hidup di dunia ini mau cari apa? Orang Islam yang tadabur Al-Qur’an itu urusan rohani. Merawat rohani dengan menjalankan syariat Islam. Hidayah yang Allah berikan mesti kita rawat. Islam itu perilaku, tunduk patuh. Kalau orang-orang berpaling, ketahuilah tugas Nabi adalah menyampaikan. Semua penerus dakwah Nabi tugasnya hanya menyampaikan secara gamblang. Bagi yang ingin kebaikan, Allah akan menambah petunjuk bagi mereka yang mengamalkan Islam dalam hidupnya. Allah berfirman,
﴿ وَيَزِيدُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ٱهْتَدَوْا۟ هُدًۭى ۗ وَٱلْبَـٰقِيَـٰتُ ٱلصَّـٰلِحَـٰتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًۭا وَخَيْرٌۭ مَّرَدًّا ﴾ (مريم:٧٦)
Terjemahan Kemenag 2019: Allah akan menambah petunjuk kepada orang-orang yang telah mendapat petunjuk. Amal kebajikan yang kekal itu lebih baik pahala dan kesudahannya di sisi Tuhanmu. (QS. Maryam/19:76)
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah.
Melalui uraian yang ada, bisa kita mengerti bahwa bersama satu kesulitan hidup akan ada banyak kemudahan dari Allah. Kemudahan itu bisa kita dapatkan melalui berbagai petunjuk Allah dan Rasulullah. Kalau kita mengikuti petunjuk, maka Allah akan bentangkan banyak petunjuk bagi kita. Banyaknya petunjuk merupakan solusi berbagai kesulitan yang dihadapi. Semoga nasihat ini bisa menjadi pengingat bagi diri saya dan umumnya bermanfaat bagi jemaah semuanya. Mohon maaf apabila terdapat tutur kata yang kurang berkenan.
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. وَٱلْعَصْرِ. إِنَّ ٱلْإِنسَـٰنَ لَفِى خُسْرٍ. إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.
***
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الَّذِي لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا {الأحزاب: ٥٦}. وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
- اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
- اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.
- رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ، وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا، رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ.
- رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ، وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.
- رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
- سُبْحَانَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
- وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.
Penyampai: Revolusi Prajaningrat Saktiyudha, S.Si., M.Pd., S.Pd., Gr.
.png)
.png)