Friday, October 9, 2026

Khotbah Jum’at: Semangat Pemuda dalam Mempertahankan Komitmen

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي. اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ {آل عمران: ١٠٢}. وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍۢ وَٰحِدَةٍۢ، وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًۭا كَثِيرًۭا وَنِسَآءًۭ ۚ  وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًۭا {النساء: ١}. وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًۭا سَدِيدًۭا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَـٰلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا {الأحزاب: ٧٠ – ٧١}. وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ رَحِمَكُمُ اللَّهُ،

Syukur alhamdulillah selalu kita haturkan kepada Allah SWT yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji hamba-Nya, siapa amalnya yang terbaik. Selawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW yang telah membawa ajaran Agama Islam untuk dipedomani dan diamalkan umatnya. Mengamalkan ajaran-ajaran agama merupakan bagian amanat sila pertama Pancasila, dan Undang Undang Dasar 1945 Pasal 29 ayat 2. Selanjutnya dari mimbar ini saya serukan kepada diri saya sendiri dan umumnya kepada jemaah salat Jum’at agar senantiasa menjaga, mempertahankan, dan terus berusaha meningkatkan iman dan takwa. Pada kesempatan kali ini, nasihat ditujukan kepada diri saya sendiri dan apabila ada manfaatnya dihaturkan kepada jemaah semuanya.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah.

Bulan Oktober mengingatkan kita pada sejarah semangat para pemuda. Tanggal 28 Oktober 1928 di Batavia menjadi momentum sumpah pemuda. Semangat para pemuda menyatakan ikrar sumpah pemuda, di antaranya: (1) Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia; (2) Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia; (3) Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ikrar tersebut merupakan komitmen menjaga dan merawat persatuan bangsa dan menggunakan Bahasa Indonesia di dalam kehidupan sehari-hari. Komitmen ini sudah semestinya dipertahankan sampai sekarang. Hal tersebut merupakan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah.

Semangat menjaga komitmen ini juga sudah dilakukan oleh pemuda Islam. Para pemuda Islam senantiasa menjaga jati diri sebagai orang Islam. Semangat menjaga komitmen ini terabadikan dalam kisah Ashabul Kahfi pada Al-Qur’an surat Al-Kahfi ayat 9 sampai 26. Kisah Ashabul Kahfi terjadi di sebuah negeri yang diperintah oleh seorang raja kejam dan penyembah berhala. Ia memaksa seluruh rakyatnya untuk ikut dalam kemusyrikan. Siapa pun yang menolak, akan dihadapkan pada dua pilihan, yakni hidup atau mati. Di lain sisi, muncul sekelompok pemuda. Hati mereka resah. Mereka menolak menukar iman mereka kepada Allah dengan kemewahan dunia yang fana. Oleh karenanya, mereka melakukan deklarasi tauhid. Allah SWT berfirman,

﴿ وَرَبَطْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ إِذْ قَامُوا۟ فَقَالُوا۟ رَبُّنَا رَبُّ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ لَن نَّدْعُوَا۟ مِن دُونِهِۦٓ إِلَـٰهًۭا ۖ لَّقَدْ قُلْنَآ إِذًۭا شَطَطًا  ﴾ ( الكهف: ١٤ )

Terjemahan Kemenag 2019: Kami meneguhkan hati mereka ketika mereka berdiri446) lalu berkata, “Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi. Kami tidak akan menyeru Tuhan selain Dia. Sungguh, kalau kami berbuat demikian, kami telah mengucapkan perkataan yang sangat jauh dari kebenaran.” (QS. Al-Kahf/18:14)

Catatan: 446) Bangun dan menghadap Raja Dikyanus yang zalim dan sombong.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah.

Menyadari bahwa mereka terus ditekan oleh kekuasaan dan perlunya menyelamatkan akidah mereka, para pemuda ini memutuskan pergi dari kebobrokan daerah mereka. Di tengah pelarian, mereka memilih sebuah gua sebagai tempat berlindung. Setiba di gua, mereka berdoa. Allah SWT berfirman,

﴿ إِذْ أَوَى ٱلْفِتْيَةُ إِلَى ٱلْكَهْفِ فَقَالُوا۟ رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةًۭ وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًۭا ﴾ ( الكهف: ١٠ )

Terjemahan Kemenag 2019: (Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu berdoa, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu dan mudahkanlah bagi kami petunjuk untuk segala urusan kami.” (QS. Al-Kahf/18:10)

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah.

Melalui tekad kuat yang tercermin dari usaha dan doa Ashabul Kahfi, maka Allah menyelamatkan mereka dari kekejaman raja dan paksaan menggadaikan tauhid mereka. Diriwayatkan, Ashabul Kahfi ditidurkan oleh Allah selama 309 tahun. Setelah 309 tahun berlalu, Allah membangunkan mereka. Mereka saling bertanya, "Berapa lama kita di sini?" Sebagian menjawab, "Sehari atau setengah hari." Mereka masih mengira hanya tertidur sebentar.

Munculnya rasa lapar di antara mereka, maka salah satu dari mereka diutus ke kota untuk membeli makanan dengan uang perak yang mereka bawa. Selain itu juga diberi pesan supaya berhati-hati jangan sampai ketahuan. Di sinilah tabir waktu tersingkap. Daerah itu telah berubah total. Penduduknya bukan lagi penduduk yang dulu.

Saat pemuda itu hendak membayar dengan koin dari zaman Raja Dikyanus, gemparlah seluruh kota. Singkat cerita, keberadaan mereka pun terungkap. Kisah mereka menjadi bukti nyata bagi penduduk negeri yang saat itu sedang berselisih pendapat tentang adanya hari kebangkitan.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah.

Pelajaran dari sejarah Sumpah Pemuda dan Ashabul Kahfi yang punya semangat yang sama dalam menjaga komitmen. Kita sebagai sebagai Warga Negara Indonesia diharapkan punya komitmen yang sama untuk mempertahankan bangsa Indonesia. Kita tidak rela apabila terjadi kekisruhan atau pertumpahan darah di negeri tercinta ini. Senada dengan hal itu, kita juga tidak rela akidah kita digadaikan dengan kesenangan dunia yang menipu.

Bagaimanapun juga sebagai umat Islam senantiasa komitmen pada Allah dengan menjalankan aturan agama Islam dalam kehidupan kita. Islam adalah penyerahan diri, tunduk patuh pada Allah. Kita sudah ikrar syahadat, maka jadi kewajiban kita untuk membuktikan ikrar tersebut dengan beramal salih. Jangan sampai kekangan hawa nafsu mengalahkan apa yang menjadi komitmen kita.

Semoga nasihat ini bisa menjadi pengingat bagi diri saya dan umumnya bermanfaat bagi jemaah semuanya. Mohon maaf apabila terdapat tutur kata yang kurang berkenan.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. وَٱلْعَصْرِ. إِنَّ ٱلْإِنسَـٰنَ لَفِى خُسْرٍ. إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

***

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الَّذِي لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا {الأحزاب: ٥٦}. وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

  • اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
  • اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.
  • رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ، وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا، رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ.
  • رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ، وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.
  • رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
  • سُبْحَانَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
  • وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

Penyampai: Revolusi Prajaningrat Saktiyudha, S.Si., M.Pd., S.Pd., Gr.


 

 

No comments:

Post a Comment