Wednesday, December 30, 2020

Doa Masuk dan Keluar Kakus

 


 

Makhluk hidup bermetabolisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Metabolisme terjadi dalam tubuh makhluk hidup. Metabolisme juga terjadi pada manusia. Sebagai contoh adalah pada proses pencernaan sehingga nantinya mengeluarkan zat sisa. Oleh karenanya tidak dipungkiri bahwa manusia dalam kesehariannya mengeluarkan zat sisa berupa kencing atau tinja. Manusia dalam keperluan membuang kencing atau tinja memerlukan tempat khusus yang disebut kakus. Sebagai seorang muslim, kita dituntunkan membaca doa ketika hendak masuk kakus ataupun keluar kakus. Adapun doa masuk dan keluar kakus/ water closet (WC) sebagaimana hadis berikut.

 

Doa Masuk Kakus

Hadis Pertama

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَرْعَرَةَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْخَلَاءَ قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ. البخارى

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Ar'arah, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Abdul Aziz bin Shuhaib, dari Anas bin Malik RA dia berkata; "Apabila Nabi SAW hendak masuk jamban, beliau mengucapkan: 'ALLAHUMMA INNI A'UUDZUBIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHABAAITSI (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki maupun perempuan) '." (HR. Bukhari, no. 5847).

 

Hadis Kedua

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ وَقَالَ يَحْيَى أَيْضًا أَخْبَرَنَا هُشَيْمٌ كِلَاهُمَا عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ عَنْ أَنَسٍ فِي حَدِيثِ حَمَّادٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْخَلَاءَ وَفِي حَدِيثِ هُشَيْمٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا دَخَلَ الْكَنِيفَ قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْخُبْثِ وَالْخَبَائِثِ و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ وَهُوَ ابْنُ عُلَيَّةَ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَقَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الْخُبْثِ وَالْخَبَائِثِ. مسلم

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya, telah mengabarkan kepada kami Hammad bin Zaid dan Yahya berkata juga, telah mengabarkan kepada kami Husyaim, keduanya meriwayatkan dari Abdul Aziz bin Shuhaib, dari Anas dalam hadis Hammad, "Dahulu Rasulullah SAW apabila masuk WC" --Sedangkan dalam hadis Husyaim dengan redaksi "Bahwa Rasulullah apabila masuk tempat buang hajat--, maka beliau membaca, 'ALLOOHUMMA INNI A'UUDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WALKHOBA'ITS" (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari setan laki-laki dan setan perempuan'.)" Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Zuhair bin Harb keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Ismail, yaitu Ibnu Ulayyah dari Abdul Aziz dengan sanad ini, dan dia berkata, ' A'UUDZU BILLAH MINAL KHUBUTSI WALKHOBA'ITS (aku berlindung kepada Allah dari gangguan setan laki-laki dan setan perempuan'.)" (HR. Muslim, no. 563).

 

Doa Keluar Kakus

Hadis Pertama

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ أَبِي بُرْدَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي يَقُولُ دَخَلْتُ عَلَى عَائِشَةَ فَسَمِعْتُهَا تَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا خَرَجَ مِنْ الْغَائِطِ قَالَ غُفْرَانَكَ قَالَ أَبُو الْحَسَنِ بْنُ سَلَمَةَ أَخْبَرَنَا أَبُو حَاتِمٍ حَدَّثَنَا أَبُو غَسَّانَ النَّهْدِيُّ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ نَحْوَهُ. ابن ماجه  

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abu Bukair berkata, telah menceritakan kepada kami Isra`il (bin Yunus bin Abi Ishaq) berkata, telah menceritakan kepada kami Yusuf bin Abu Burdah ia berkata; Aku mendengar ayahku (Amir bin 'Abdullah bin Qais) berkata; Aku mengunjungi Aisyah, lalu aku mendengarnya berkata; "Rasulullah SAW jika keluar dari dalam kamar kecil selalu mengucapkan: "GHUFRAANAKA (Ya Allah aku memohon ampunan-Mu)." Abu Al Hasan bin Salamah berkata; telah mengabarkan kepada kami Abu Hatim berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Ghassan An Nahdi berkata, telah menceritakan kepada kami Isra`il sebagaimana hadis diatas." (HR. Ibnu Majah, no. 296).

 

Hadis Kedua

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ إِسْحَقَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ الْمُحَارِبِيُّ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ الْحَسَنِ وَقَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا خَرَجَ مِنْ الْخَلَاءِ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنِّي الْأَذَى وَعَافَانِي . ابن ماجه

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ishaq (bin Muhammad) berkata, telah menceritakan kepada kami Abdurrahman Al Muharibi, dari Isma'il bin Muslim, dari Al Hasan (bin Abi Al Hasan Yasar) dan Qatadah (bin Da'amah bin Qatadah), dari Anas bin Malik ia berkata; "Nabi SAW jika keluar dari tempat buang air besar selalu mengucapkan: "ALHAMDULILLAAHILLADZII ADZHABA 'ANNIL ADZAA WA 'AAFAANII (Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan dariku rasa sakit dan menjaga kesehatanku)." (HR. Ibnu Majah, no. 297).

 

Keterangan: Hadis tersebut dlaif dikarenakan ada rawi bernama Isma'il bin Muslim. Ia dikomentari Ahmad bin Hambal munkarul hadist, Yahya bin Said alQaththan berkomentar mukhallith, Sufyan bin 'Uyainah berkomentar dia melakukan kekeliruan, Ibnu Hajar al 'Asqalani berkomentar fakih dla'iful hadits.

 

Sekian penjelasan singkat tentang doa masuk dan keluar kakus. Kita sebagai seorang muslim hendaknya mengamalkan doa masuk dan keluar kakus. Semoga yang sedikit ini membawa kebermanfaatan. Aamiin.

 

Wallahu a’lam bishshawab

Tuesday, December 29, 2020

Doa Ketika Hujan

 


 

Hujan adalah sebagian rizki yang dianugerahkan Allah kepada hamba-hamba-Nya.  Hujan terjadi diawali dari proses evaporasi yang disebabkan oleh sinar matahari. Air yang terdapat di sungai, laut, danau, waduk, atau sumber lainnya yang terkena sinar matahari akan mengalami penguapan. Setelah penguapan terjadi proses kondensasi. Proses tersebut terjadi karena hasil uap air yang sudah naik. Uap air nantinya akan berubah menjadi embun. Suhu udara semakin meningkat dan terjadi titik-titik embun semakin banyak dan memadat membentuk awan. Nantinya awan akan terbawa angin menuju lokasi yang suhunya rendah. Awan-awan akan berkumpul menjadi awan besar yang berwarna kelabu. Ketika sudah terkumpul dan berat, nantinya terjadi tetesan-tetesan air yang disebut hujan. Sebagai seorang muslim, ternyata terdapat amalan yang dapat dikerjakan ketika turun hujan. Amalan tersebut adalah doa ketika hujan. Doa tersebut telah diajarkan oleh Rasulullah. Adapun doa yang dimaksud sebagaimana yang ada pada hadis berikut.

 

Hadis Pertama

حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ هُوَ ابْنُ مُقَاتِلٍ أَبُو الْحَسَنِ الْمَرْوَزِيُّ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا تَابَعَهُ الْقَاسِمُ بْنُ يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ وَرَوَاهُ الْأَوْزَاعِيُّ وَعُقَيْلٌ عَنْ نَافِعٍ. البخارى

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Muhammad -yaitu Ibnu Muqatil Abu Al Hasan Al Marwazi- berkata, telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah berkata, telah mengabarkan kepada kami 'Ubaidullah dari Nafi', dari Al Qasim bin Muhammad, dari 'Aisyah, bahwa jika Rasulullah SAW melihat hujan, maka beliau berdoa: 'ALLAHUMMA SHAYYIBAA NAAFI'AA (Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat) '." Hadis ini juga dikuatkan oleh Al Qasim bin Yahya, dari 'Ubaidullah, dan diriwayatkan pula oleh Al Auza'i dan 'Uqail, dari Nafi'." (HR. Bukhari, no. 974).

 

Hadis Kedua

حَدَّثَنَا عَبْدَةُ حَدَّثَنَا مِسْعَرٌ عَنِ الْمِقْدَامِ بْنِ شُرَيْحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا. احمد

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Abdah (bin Sulaiman), Telah menceritakan kepada kami Mi'sar (bin Kidam bin Zhuhair), dari Miqdam bin Syuraih, dari ayahnya (Syuraih bin Hani' bin Yazid bin Nahik), dari Aisyah, bila Nabi SAW melihat hujan, beliau mengucapkan: "ALLAAHUMMA SHOYYIBAN NAAFI`AN (Ya Allah berilah kami hujan yang bermanfaat)." (HR. Ahmad, no. 23014).

 

Hadis Ketiga

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنِ الْمِقْدَامِ بْنِ شُرَيْحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى نَاشِئًا مِنْ أُفُقٍ مِنْ آفَاقِ السَّمَاءِ تَرَكَ عَمَلَهُ وَإِنْ كَانَ فِي صَلَاتِهِ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيهِ فَإِنْ كَشَفَهُ اللَّهُ حَمِدَ اللَّهَ وَإِنْ مَطَرَتْ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا. احمد

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman (bin Mahdiy bin Hassan bin 'Abdur Rahman), dari Sufyan (bin Sa'id bin Masruq), dari Al Miqdam bin Syuraih, dari ayahnya (Syuraih bin Hani' bin Yazid bin Nahik), dari Aisyah, apabila Rasulullah SAW melihat mendung di ufuk langit, beliau meninggalkan pekerjaanya walaupun beliau dalam salat, kemudian beliau mengucapkan: "ALLAHUMMA INNI A'UDZU BIKA MIN SYARRI MA FIHI (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang ada padanya)." Apabila Allah menghilangkan mendung itu, beliau memuji Allah. Namun, jika terjadi hujan, beliau mengucapkan: "ALLAHUMMA SHAYYIBAN NAAFI'AN (ya Allah! Jadikanlah hujan ini bermanfaat)." (HR. Ahmad, no. 24394).

 

Hadis Keempat

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ قَالَ أَخْبَرَنَا شَرِيكٌ عَنِ الْمِقْدَامِ بْنِ شُرَيْحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى نَاشِئًا فِي السَّمَاءِ سَحَابًا أَوْ رِيحًا اسْتَقْبَلَهُ مِنْ حَيْثُ كَانَ وَإِنْ كَانَ فِي الصَّلَاةِ يَتَعَوَّذُ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ شَرِّهِ فَإِذَا أَمْطَرَتْ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا. احمد

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Hajjaj (bin Muhammad) berkata; telah mengabarkan kepada kami Syarik (bin 'Abdullah bin Abi Syarik), dari Almiqdam bin Syuraih, dari Ayahnya (Syuraih bin Hani' bin Yazid bin Nahik), dari Aisyah berkata; "Apabila Nabi SAW melihat awan atau angin di langit, beliau bergegas menghadap kiblat sebisa mungkin sekalipun bilau sedang salat, beliau berlindung kepada Allah Azza wa jalla dari bahayanya. Adapun bila telah turun hujan, beliau membaca: "ALLAHUMMA SYAYYIBAN NAAFI'AN (Ya Allah, turunkahlan hujan yang bermanfaat)." (HR. Ahmad, no. 24680).

 

Melalui empat hadis tadi disebutkan bahwa Rasulullah SAW ketika melihat hujan berdoa dengan lafal yang sama, yaitu ALLAHUMMA SYAYYIBAN NAAFI'AN. Arti lafal doa tersebut kurang lebih yaitu, Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat. Selain itu, juga ada pelajaran pada hadis riwayat Ahmad nomor 24394 dan nomor 24680. Pelajaran tersebut adalah berdoa ketika melihat awan atau angin di langit. Doa yang dimaksud sebagaimana yang tertulis pada hadis riwayat Ahmad nomor 24394, yakni ALLAHUMMA INNI A'UDZU BIKA MIN SYARRI MA FIHI yang artinya kurang lebih, Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang ada padanya.

 

Demikian doa ketika hujan. Semoga kita semuanya senantiasa bersyukur atas anugerah Allah. Semoga kita semua mampu mengamalkan doa ketika hujan turun.

 

Wallahu A’lam bishshawab.

Doa Berhubungan Suami Istri

 

Segala aspek kehidupan kaum muslim telah ditetapkan rambu-rambunya oleh Allah dan Rasulullah. Hal tersebut termasuk dalam berumah tangga. Salah satu aturan yang telah ditetapkan adalah doa sebelum berhubungan suami istri. Adapun berhubungan suami istri atau biasa disebut hubungan seks berarti memasukkan kemaluan laki-laki pada kemaluan perempuan sehingga seakan-akan seperti satu kesatuan. Doa memang penting bagi kaum muslim dalam keseharian. Hal tersebut karena dalam setiap sendi kehidupan seorang muslim hendaknya diniatkan untuk ibadah mendekatkan diri kepada Allah dan menggapai rida-Nya. Doa sebelum melakukan hubungan suami istri telah diajarkan Rasulullah SAW. Adapun doa sebelum berhubungan suami istri adalah sebagai berikut.

 

Hadis Pertama

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ كُرَيْبٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ يَبْلُغُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَتَى أَهْلَهُ قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا فَقُضِيَ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ لَمْ يَضُرُّهُ. البخارى

Artinya: Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah berkata, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Manshur, dari Salim bin Abu Al Ja'd, dari Kuraib, dari Ibnu 'Abbas, dan sampai kepada Nabi SAW, beliau bersabda: "Jika salah seorang dari kalian ingin mendatangi isterinya (untuk bersetubuh), maka hendaklah ia membaca; 'BISMILLAH, ALLAHUMMA JANNIBNASY SYAITHAANA WA JANNIBISY SYAITHAANA MAA RAZAQTANAA (Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau rizkikan (anak) kepada kami) '. Jika dikaruniai anak dari hubungan keduanya maka setan tidak akan dapat mencelakakan anak itu." (HR. Bukhari, no. 138).

 

Hadis Kedua

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَاللَّفْظُ لِيَحْيَى قَالَا أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ سَالِمٍ عَنْ كُرَيْبٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِيَ أَهْلَهُ قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِي ذَلِكَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي ح و حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ جَمِيعًا عَنْ الثَّوْرِيِّ كِلَاهُمَا عَنْ مَنْصُورٍ بِمَعْنَى حَدِيثِ جَرِيرٍ غَيْرَ أَنَّ شُعْبَةَ لَيْسَ فِي حَدِيثِهِ ذِكْرُ بِاسْمِ اللَّهِ وَفِي رِوَايَةِ عَبْدِ الرَّزَّاقِ عَنْ الثَّوْرِيِّ بِاسْمِ اللَّهِ وَفِي رِوَايَةِ ابْنِ نُمَيْرٍ قَالَ مَنْصُورٌ أُرَاهُ قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ. مسلم

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya, dan Ishaq bin Ibrahim, sedangkan lafazhnya dari Yahya keduanya berkata; Telah mengabarkan kepada kami Jarir, dari Manshur, dari Salim, dari Kuraib, dari Ibnu Abbas, dia berkata; Rasulullah SAW bersabda: "Jika salah seorang dari kalian ingin mendatangi istrinya (mengajak bersetubuh), hendaknya mengucapkan; BISMILLAH, ALLAHUMMA JANNIBNAS SYAITHAANA WAJANNIBIS SYAITHAANA MAA RAZAQTANAA (Dengan menyebut nama Allah, ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa (anak) yang akan Engkau rizkikan kepada kami), apabila di antara keduanya ditakdirkan mendapatkan anak dari hasil persetubuhan itu, maka anak tersebut tidak akan dicelakakan setan selamanya." Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dan Ibnu Basyar keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far, telah menceritakan kepada kami Syu'bah. Dan diriwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair, telah menceritakan kepada kami ayahku. Dan diriwayatkan dari jalur lain Abd bin Humaid, telah mengabarkan kepada kami Abdur Razzaq semuanya dari At Tsauri keduanya dari Manshur dengan makna hadits Jarir, namun dalam hadits riwayat Syu'bah tidak disebutkan lafazh "BISMILLAH", dan dalam riwayat Abdur Razzaq dari At Tsauri menyebutkan "BISMILLAH" sedangkan dalam riwayat Ibnu Numair disebutkan; Manshur berkata; Saya menyangka beliau bersabda: "BISMILLAH." (HR. Muslim, no. 2591).

 

Hadis Ketiga

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ كُرَيْبٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِيَ أَهْلَهُ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا ثُمَّ قُدِّرَ أَنْ يَكُونَ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِي ذَلِكَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا. ابو داود

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Isa, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Manshur, dari Salim bin Abu Al Ja'd, dari Kuraib, dari Ibnu Abbas, ia berkata; Nabi SAW bersabda: "Apabila salah seorang diantara kalian hendak mendatangi isterinya (mengaulinya) hendaknya mengucapkan (doa): BISMILLAAH, ALLAAHUMMA JANNIBNASY SYAITHAANA WA JANNIBISY SYAITHAANA MAA RAZAQTANAA (Dengan nama Allah, ya Allah, jauhkan kami dari syetan dan jauhkan syetan dari anak yang Engkau rizqikan kepada kami). Kemudian ditakdirkan mereka berdua memiliki anak dari hubungan tersebut, maka anak tersebut tidak akan diganggu syetan selamanya. (HR. Abu Dawud, no. 1846).

 

Hadis Keempat

حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ كُرَيْبٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَتَى أَهْلَهُ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا فَإِنْ قَضَى اللَّهُ بَيْنَهُمَا وَلَدًا لَمْ يَضُرَّهُ الشَّيْطَانُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. الترمذى

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar, telah menceritakan kepada kami Sufyan bin 'Uyainah, dari Manshur, dari Salim bin Abu Al Ja'd, dari Kuraib, dari Ibnu Abbas berkata; Nabi SAW bersabda: "Jika salah seorang dari kalian menggauli isterinya, hendaklah membaca (doa): BISMILLAHI ALLAHUMMA JANNIBNA SYAITHANA WA JANNIB SYAITHANA MAA RAZAQTANA (Dengan nama Allah. Jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan pada apa yang telah Engkau karuniakan kepada kami). Jika Allah menakdirkan pada kalian seorang anak (dari hubungan tersebut), niscaya setan tidak akan memberinya madlarat." Abu Isa berkata; "Ini merupakan hadits hasan sahih." (HR. Tirmidzi, no. 1012).

 

Demikian doa sebelum berhubungan suami istri. Semoga bermanfaat dan menambah khazanah ilmu agama yang kita miliki. Tentunya semoga bisa diamalkan bagi kaum muslim yang sudah menikah dan ikhtiyar mendapat keturunan. Pada dasarnya, menuntut ilmu agama Islam adalah wajib bagi pemeluknya. Oleh karenanya tidak memandang tabu atau merasa malu tentang hal-hal yang bersifat privat dalam menuntut ilmu Agama Islam. Sebab sampai ke hal-hal yang privat, Agama Islam ini sudah ada ketetapannya.

 

Wallahu A’lam bishshawab.