Friday, August 21, 2026

Khotbah Jum’at: Merdeka Merupakan Babak Baru Terbentangnya Dua Jalan

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي. اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ {آل عمران: ١٠٢}. وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍۢ وَٰحِدَةٍۢ، وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًۭا كَثِيرًۭا وَنِسَآءًۭ ۚ  وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًۭا {النساء: ١}. وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًۭا سَدِيدًۭا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَـٰلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا {الأحزاب: ٧٠ – ٧١}. وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ رَحِمَكُمُ اللَّهُ،

Syukur alhamdulillah selalu kita haturkan kepada Allah SWT yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji hamba-Nya, siapa amalnya yang terbaik. Selawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW yang telah membawa ajaran Agama Islam untuk dipedomani dan diamalkan umatnya. Mengamalkan ajaran-ajaran agama merupakan bagian amanat sila pertama Pancasila, dan Undang Undang Dasar 1945 Pasal 29 ayat 2. Selanjutnya dari mimbar ini saya serukan kepada diri saya sendiri dan umumnya kepada jemaah salat Jum’at agar senantiasa menjaga, mempertahankan, dan terus berusaha meningkatkan iman dan takwa. Pada kesempatan kali ini, nasihat ditujukan kepada diri saya sendiri dan apabila ada manfaatnya dihaturkan kepada jemaah semuanya.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah.

Bagi bangsa Indonesia, bulan Agustus merupakan momentum untuk senantiasa mengingat perjuangan para pahlawan. Setelah perjuangan panjang, Indonesia menyatakan merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Kemerdekaan atas berkat rahmat Allah dan ada tanggung jawab kita untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif. Kemerdekaan bagi bangsa Indonesia merupakan babak baru dalam menentukan arah hidup. Terbentang baginya dua jalan, yaitu jalan kebaikan atau jalan keburukan.

Terbentangnya dua jalan mengingatkan kita pada kisah Nabi Adam dan istrinya. Setelah mendekati pohon yang dilarang, mereka memperoleh beberapa kalimat dan bertobat. Setelah bertobat, Allah memerintahkannya untuk turun ke bumi. Allah SWT berfirman,

﴿ قُلْنَا ٱهْبِطُوا۟ مِنْهَا جَمِيعًۭا ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّى هُدًۭى فَمَن تَبِعَ هُدَاىَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ﴾ ( البقرة: ٣٨ )

Terjemahan Kemenag 2019: Kami berfirman, “Turunlah kamu semua dari surga! Lalu, jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, siapa saja yang mengikuti petunjuk-Ku tidak ada rasa takut yang menimpa mereka dan mereka pun tidak bersedih hati.” (QS. Al Baqarah/2: 38)

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah.

Tafsir Lengkap Kementerian Agama Republik Indonesia menerangkan bahwa Allah mengulangi lagi perintah-Nya supaya Adam dan istrinya keluar dari surga penuh kenikmatan, pindah ke bumi yang isinya kerja keras dan perjuangan. Kepadanya dibentangkan dua macam jalan. Pertama, adalah jalan kehidupan bahagia di dunia dan akhirat. Caranya dengan beriman kepada Allah serta mengikuti petunjuk-petunjuk Allah. Kedua, jalan kerugian dan kesengsaraan di dunia dan di akhirat. Orang yang menempuh jalan ini adalah orang kafir dan pendurhaka, serta penyembah setan.

Siapa yang mengikuti petunjuk Allah melalui Rasulullah, maka memperoleh kebahagiaan dan ketenteraman. Mereka tidak akan merasa cemas, karena iman dan ketaatan mereka pada Allah. Mereka tidak merasa sedih dan menyesal atas kejadian masa lalu yang menimbulkan kerugian harta benda atau pun kehilangan anggota keluarga. Bagi orang beriman dan beramal saleh, akan mudah baginya menghadapi ujian. Mereka percaya bahwa kesabaran dan penyerahan diri kepada Allah merupakan jalan terbaik untuk memperoleh keridaan-Nya. Selain itu, pahala dan ganjaran dari Allah sebagai ganti lebih baik dari apa yang hilang.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah.

Sebagaimana Nabi Adam dan istrinya memasuki babak baru di muka bumi, proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 juga demikian. Kemerdekaan bangsa Indonesia merupakan babak baru dalam menentukan arah hidup. Kita sebagai generasi penerus diminta untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif. Oleh karena itu, sudah semestinya kita memilih jalan kebaikan. Kita sebagai umat Islam tunduk patuh pada ketetapan agama Islam. Kita sebagai warga negara Indonesia hendaknya merawat dan membangun negeri ini. Hal ini selaras dengan gelora lagu Indonesia Raya: "Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya."

Mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif merupakan amanah Ilahiah maupun amanah para syuhada pahlawan bangsa. Para syuhada pahlawan bangsa berani mengorbankan harta, jiwa dan raga untuk kebaikan dirinya dan orang lain. Tidak ada rasa khawatir bagi mereka. Semangat inilah yang mesti kita rawat. Jangan sampai sebagai generasi penerus malah menghancurkan bangsa ini. Orang yang menghancurkan kedamaian bangsa ini adalah mereka yang memilih jalan keburukan. Mereka berlaku zalim serta menghendaki perpecahan dan permusuhan. Mereka adalah penyembah setan dengan menuruti hawa nafsunya. Allah berfirman,

﴿ وَلَا تَرْكَنُوٓا۟ إِلَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ فَتَمَسَّكُمُ ٱلنَّارُ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِنْ أَوْلِيَآءَ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ ﴾ ( هود: ١١٣ )

Terjemahan Kemenag 2019: Janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim sehingga menyebabkan api neraka menyentuhmu, sedangkan kamu tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan. (QS. Hud/11:113)

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah.

Melalui uraian yang ada, bisa kita mengerti bahwa momen kemerdekaan berarti terbentang dua jalan. Kita sebagai kaum muslim sekaligus warga negara Indonesia hendaknya memilih jalan kebaikan. Hal tersebut merupakan amanah Ilahiah maupun amanah para pendiri bangsa. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi bangsa kita dan membimbing kita berada di atas jalan kebenaran. Semoga nasihat ini bisa menjadi pengingat bagi diri saya dan umumnya bermanfaat bagi jemaah semuanya. Mohon maaf apabila terdapat tutur kata yang kurang berkenan.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. وَٱلْعَصْرِ. إِنَّ ٱلْإِنسَـٰنَ لَفِى خُسْرٍ. إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

***

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الَّذِي لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا {الأحزاب: ٥٦}. وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

  • اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
  • اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.
  • رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ، وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا، رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ.
  • رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ، وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.
  • رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
  • سُبْحَانَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
  • وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

Penyampai: Revolusi Prajaningrat Saktiyudha, S.Si., M.Pd., S.Pd., Gr.


 

 

No comments:

Post a Comment